Meet Your AI Doppelganger with Gemini Enterprise: Ketika Para Pemimpin Bisnis Berkumpul Membahas Masa Depan AI di Perusahaan

event gemini enterprise
Daftar Isi

Jakarta, 17 Juni 2026 — Di lantai 45 Pacific Century Place, salah satu gedung perkantoran premium di kawasan SCBD Jakarta, puluhan pemimpin bisnis, pengambil keputusan, dan profesional dari berbagai industri berkumpul dalam sebuah diskusi eksklusif yang membahas satu topik yang kini menjadi perhatian banyak perusahaan: implementasi Artificial Intelligence (AI) dalam operasional bisnis.

Bertempat di Alun-Alun Room, Google Indonesia Office, acara bertajuk Meet Your AI Doppelganger with Gemini Enterprise diselenggarakan oleh Rimba House, Google Cloud, dan Ingram Micro.

Berbeda dengan seminar teknologi pada umumnya, sesi ini diladakan sebagai executive discussion yang lebih eksklusif, memungkinkan para peserta berdialog langsung dengan para praktisi dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam perkembangan teknologi AI di lingkungan bisnis.

Diskusi selama acara menunjukkan bahwa tantangan terbesar perusahaan sering kali bukan pada teknologi itu sendiri, melainkan pada kesiapan data dan proses bisnis yang dimiliki.

Beberapa pembicara menyoroti bahwa banyak organisasi berharap AI dapat langsung memberikan jawaban yang akurat, padahal kualitas output AI sangat bergantung pada data dan konteks yang diberikan.

Dalam salah satu sesi diskusi, Yasa Singgih menjelaskan bahwa dirinya tidak menggunakan AI sebagai mesin pemberi jawaban instan.

Sebaliknya, AI diposisikan sebagai thinking partner yang membantu menguji ide, memberikan perspektif alternatif, dan melakukan analisis berdasarkan referensi yang telah disiapkan sebelumnya.

“Kalau saya sedang menyusun marketing plan, saya tidak langsung meminta AI membuatkannya. Saya upload dulu buku-buku referensi yang saya percaya, lalu meminta AI melakukan review berdasarkan referensi tersebut,” jelas Yasa.

Pendekatan ini menjadi salah satu benang merah diskusi: AI bekerja paling baik ketika didukung oleh data, pengetahuan, dan konteks yang relevan.

Dari Hanya Kenal AI Menjadi Memahami Implementasinya

AI Sudah Mengubah Workflow Perusahaan

Dalam beberapa tahun terakhir, AI menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan di dunia bisnis. Namun di balik tingginya antusiasme tersebut, masih banyak perusahaan yang menyimpan pertanyaan mendasar.

Apakah AI benar-benar dapat membantu meningkatkan produktivitas?

Bagaimana AI diterapkan tanpa mengganggu workflow yang sudah berjalan?

Apakah AI hanya relevan bagi perusahaan teknologi atau juga dapat dimanfaatkan oleh organisasi di sektor lain?

Pertanyaan-pertanyaan inilah yang menjadi dasar diskusi selama acara berlangsung.

See also  Google Cloud Perkuat AI, Bisnis Indonesia Siap Bersaing

Alih-alih berfokus pada teori atau kemampuan teknis AI, pembahasan lebih banyak diarahkan pada tantangan operasional yang dihadapi perusahaan sehari-hari.

Mulai dari pengelolaan informasi yang tersebar di berbagai sistem, proses dokumentasi yang memakan waktu, hingga kebutuhan untuk mempercepat pengambilan keputusan di tengah volume data yang terus bertambah.

Diskusi berkembang ke arah yang lebih strategis: bagaimana AI dapat menjadi bagian dari workflow perusahaan, bukan sekadar aplikasi tambahan yang digunakan sesekali.

Hadirnya Gemini Enterprise dalam Konteks Bisnis Modern

Team Google, Ingram Micro dan Rimba House

Salah satu fokus utama dalam sesi ini adalah pemanfaatan Gemini Enterprise di dalam ekosistem Google Workspace.

Banyak peserta yang sebelumnya mengenal AI sebagai chatbot atau alat pembuat konten mulai melihat perspektif yang berbeda. AI tidak lagi diposisikan sebagai teknologi yang berdiri sendiri, melainkan sebagai kemampuan yang terintegrasi langsung ke dalam alat kerja yang digunakan setiap hari.

Mulai dari email, dokumen, penyimpanan data, kolaborasi tim, hingga rapat virtual, AI mulai hadir sebagai pendamping yang membantu pengguna menemukan informasi lebih cepat, menyusun dokumen lebih efisien, dan mengurangi pekerjaan administratif yang berulang.

Dalam berbagai demonstrasi dan studi kasus yang dibagikan selama acara, terlihat bagaimana pendekatan ini memungkinkan perusahaan mengadopsi AI tanpa harus melakukan perubahan besar terhadap sistem kerja yang sudah berjalan.

Perspektif Para Pembicara

Acara menghadirkan tiga pembicara utama dengan perspektif yang saling melengkapi.

Yasa Singgih, Co-Founder & CEO Buzzle, membagikan berbagai pengalaman nyata dalam memanfaatkan AI untuk mendukung aktivitas bisnis sehari-hari.

Salah satu pesan yang paling menarik adalah pandangannya bahwa AI tidak seharusnya menggantikan manusia dalam mengambil keputusan.

Menurutnya, AI berfungsi untuk mempercepat proses berpikir dan membantu melihat pola yang sebelumnya sulit ditemukan, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.

“Kita punya dua pilihan: tenggelam dalam ombak perubahan atau belajar menungganginya,” ujarnya saat membahas percepatan perkembangan AI.

Sementara itu, Kenny Ivanzaky Augusta, Partner Development Manager, membahas bagaimana adopsi AI berkembang di berbagai organisasi dan mengapa perusahaan perlu mulai membangun pemahaman yang lebih strategis mengenai teknologi ini.

See also  Cara Menggunakan Google Keep untuk Membuat dan Menyimpan Catatan dengan Mudah

Andri Effendi, Google Workspace Sales Specialist, melengkapi diskusi dengan menjelaskan berbagai implementasi Gemini di lingkungan kerja modern, termasuk aspek keamanan data yang menjadi perhatian utama banyak perusahaan.

Ia menegaskan bahwa data yang diproses melalui layanan Gemini Enterprise tidak digunakan untuk melatih model AI maupun kepentingan periklanan, sehingga perusahaan tetap memiliki kontrol terhadap informasi yang mereka kelola.

Ketika Para Pengambil Keputusan Mulai Berdiskusi tentang AI

Salah satu momen yang paling menarik selama diskusi justru muncul ketika pembahasan beralih dari teknologi menuju manusia.

Yasa Singgih mengutip laporan World Economic Forum yang memprediksi keterampilan paling penting di era AI.

Menurut laporan tersebut, kemampuan yang diperkirakan paling sulit digantikan oleh AI adalah empathy dan active listening.

Pandangan ini menjadi pengingat bahwa meskipun AI mampu menganalisis data dalam jumlah besar dan menghasilkan berbagai rekomendasi, hubungan antar manusia tetap membutuhkan empati, komunikasi, dan pemahaman terhadap konteks yang tidak selalu dapat diterjemahkan ke dalam data.

AI dapat membantu seorang manajer memahami kondisi timnya melalui berbagai indikator dan laporan. Namun membangun kepercayaan, menyampaikan umpan balik, serta memimpin orang lain tetap membutuhkan sentuhan manusia.

Pesan ini menjadi salah satu insight yang paling banyak dibicarakan peserta setelah sesi diskusi berakhir.

Bukan Seminar Biasa

Selain sesi presentasi dan diskusi, acara ini juga menjadi ruang networking bagi para peserta.

Di sela-sela acara, terlihat banyak percakapan yang berlanjut di luar sesi utama. Peserta saling bertukar pengalaman mengenai tantangan transformasi digital yang mereka hadapi, strategi implementasi teknologi di perusahaan masing-masing, hingga peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan.

Format acara yang eksklusif dan jumlah peserta yang terbatas memungkinkan interaksi berlangsung lebih personal dibandingkan konferensi berskala besar.

See also  Inovasi Rekrutmen Digital: Fika Jobs dan Kekuatan Google Workspace

Pendekatan inilah yang membuat Meet Your AI Doppelganger with Gemini Enterprise terasa lebih sebagai forum pertukaran insight daripada sekadar presentasi satu arah.

Membangun Kesadaran tentang AI yang Praktis dan Terukur

Cherrytree Article 27

Di tengah banyaknya pembahasan mengenai AI yang sering kali berfokus pada kemampuan teknologi, acara ini membawa pendekatan yang lebih membumi.

Peserta tidak hanya diajak memahami apa yang bisa dilakukan AI, tetapi juga diajak melihat bagaimana AI dapat diterapkan secara praktis dalam lingkungan kerja yang nyata.

Melalui kombinasi diskusi strategis, studi kasus implementasi, dan kesempatan berdialog langsung dengan para ahli, acara ini berhasil memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arah pemanfaatan AI di dunia bisnis.

Kesuksesan penyelenggaraan Meet Your AI Doppelganger with Gemini Enterprise menunjukkan bahwa minat perusahaan Indonesia terhadap AI terus berkembang.

Namun yang lebih penting, acara ini memperlihatkan adanya perubahan cara pandang di kalangan pemimpin bisnis.

Jika sebelumnya AI sering dipandang sebagai teknologi yang menarik untuk diamati, kini AI mulai dilihat sebagai alat yang membantu perusahaan bekerja lebih cepat, lebih efisien, dan lebih adaptif terhadap perubahan.

Melalui kerjasama antara Rimba House, Google Cloud, dan Ingram Micro, executive session ini menjadi langkah awal untuk membangun pemahaman yang lebih matang mengenai implementasi AI di lingkungan perusahaan Indonesia.

Sebuah diskusi tentang bagaimana organisasi dapat mempersiapkan diri menghadapi masa depan dunia kerja yang semakin terdorong oleh kecerdasan buatan.

Picture of Cherrytree
Cherrytree

Cherrytree Partner Implementasi dan Training Google Workspace AI di Indonesia

Google Workspace Official Partner

Dapatkan Benefit & harga menarik untuk Pembelian Lisensi Google Worspace, dengan Menggunakan Cherrytree.