AI untuk Bisnis: Belajar dari Yasa Singgih tentang Adaptasi Entrepreneur di Era AI 

Daftar Isi

Bagikan:

Perkembangan AI membuat cara kerja bisnis berubah semakin cepat. Kini, AI tidak hanya digunakan oleh perusahaan teknologi, tetapi juga mulai dimanfaatkan oleh tim marketing, sales, operasional, hingga pemilik bisnis untuk membantu pekerjaan sehari-hari. 

Berdasarkan data dari Stanford AI Index 2025 mencatat bahwa 78% organisasi telah menggunakan AI pada 2024, meningkat dari 55% pada tahun sebelumnya. 

Di Indonesia, semangat adaptasi dalam bisnis dapat dilihat dari perjalanan Yasa Singgih, entrepreneur muda yang dikenal melalui brand Men’s Republic. Kisahnya menunjukkan bahwa keberanian mencoba, membaca peluang, dan memanfaatkan kanal digital dapat menjadi bagian penting dalam pertumbuhan bisnis. 

Terutama, di era kerja modern, semangat adaptasi seperti ini semakin relevan ketika banyak bisnis mulai mengenal AI untuk bisnis sebagai cara baru untuk bekerja lebih produktif dan efisien.

Mengenal Yasa Singgih dan Semangat Adaptasi Bisnis

Yasa Paramita Singgih atau Yasa Singgih dikenal sebagai salah satu entrepreneur muda Indonesia yang membangun bisnis sejak usia remaja. Berdasarkan profil yang ditulis Bank Mandiri, Yasa  panggilan akrabnya mulai menjalankan bisnis sejak usia 15 tahun, mulai dari menjadi MC, menjual lampu hias, mencoba bisnis kaus, hingga akhirnya membangun Men’s Republic di bidang fashion pria. 

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa bisnis tidak selalu tumbuh dari satu percobaan yang langsung berhasil. Ada proses mencoba, gagal, belajar, lalu memperbaiki arah.

Men’s Republic kemudian dikenal sebagai brand fashion pria dengan produk seperti sepatu, pakaian, tas, ikat pinggang, dan celana. Yasa juga tercatat pernah masuk daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2016 kategori Retail & E-commerce sebagai Founder & President Men’s Republic. 

Dari kisah ini, ada satu pelajaran penting yang masih relevan hingga sekarang: bisnis yang ingin bertahan perlu mampu beradaptasi dengan perubahan.

Dulu, adaptasi bisnis banyak dilakukan melalui website, media sosial, dan marketplace. Kini, adaptasi tersebut berkembang lebih jauh dengan hadirnya AI yang dapat membantu bisnis mengelola pekerjaan, informasi, dan kolaborasi dengan lebih cepat.

Mengapa AI untuk Bisnis Semakin Penting?

AI untuk bisnis bukan sekadar teknologi yang sedang populer. Lebih dari itu, AI mulai menjadi alat bantu untuk menyelesaikan pekerjaan yang sering memakan banyak waktu.

Misalnya, membuat draft email, menyusun ide konten, merangkum meeting, membaca dokumen panjang, menyusun laporan, hingga membantu analisis data sederhana.

Berdasarkan laporan The State of AI: Global Survey 2025 oleh McKinsey mencatat bahwa 88% responden mengatakan organisasinya sudah menggunakan AI secara reguler di minimal satu fungsi bisnis. Namun, sebagian besar organisasi masih berada pada tahap eksperimen atau pilot, belum sepenuhnya melakukan scaling AI ke seluruh proses kerja.

Melalui data inilah, kita dapat mengetahui bahwa penggunaan AI pada banyak bisnis belum dapat digunakan secara optimal. 

See also  Cara Mengatasi 5 Masalah Umum Google Workspace yang Menghambat Bisnis

Hal yang sama juga terlihat dalam laporan McKinsey lainnya, Superagency in the Workplace. Laporan tersebut menyebut bahwa hampir semua perusahaan telah berinvestasi di AI, tetapi hanya 1% yang merasa sudah mencapai tahap matang dalam penerapan AI. 

Artinya, tantangan bisnis saat ini bukan hanya soal memiliki tools AI. Tantangannya adalah bagaimana menggunakan AI dengan tepat, aman, dan sesuai kebutuhan kerja.

Dari Digital Mindset ke AI-First Mindset

Perjalanan Yasa Singgih membangun bisnis melalui pendekatan digital dapat menjadi gambaran bahwa teknologi sering kali membuka peluang baru bagi bisnis.

Menurut BINUS University, Men’s Republic pernah memanfaatkan website, media sosial, dan e-commerce dalam pengembangan bisnis online-nya. 

Namun, pada masa tersebut, pemanfaatan kanal digital dapat membantu bisnis menjangkau pelanggan menjadi lebih luas. Tapi, sekarang ini bisnis menghadapi tantangan yaitu: 

Bagaimana menggunakan AI dalam mempercepat pekerjaan dan meningkatkan produktifitas tim?. 

Jika dulu bisnis perlu memahami cara menggunakan media sosial, marketplace, dan website, kini bisnis juga perlu mulai memahami cara menggunakan AI dalam workflow harian.

Inilah yang membuat konsep AI-First Mindset semakin relevan.

Bukan berarti semua pekerjaan harus digantikan oleh AI. Namun, bisnis perlu mulai melihat bagian mana dari pekerjaan yang bisa dibantu oleh AI agar tim dapat bekerja lebih fokus pada hal strategis.

Contoh Pemanfaatan AI untuk Bisnis

Dalam praktiknya, AI untuk bisnis dapat digunakan di berbagai kebutuhan kerja. Mulai dari komunikasi, dokumentasi, marketing, hingga pengelolaan pengetahuan internal.

Google Workspace dengan Gemini, misalnya, menghadirkan fitur AI di aplikasi kerja yang sudah banyak digunakan, seperti Gmail, Docs, Meet, dan aplikasi Workspace lainnya. Google juga mencatat bahwa paket Workspace dapat mencakup akses ke Gemini app, NotebookLM, serta Gemini di Gmail, Docs, Meet, dan lainnya. 

Berikut beberapa contoh penerapannya dalam pekerjaan bisnis.

1. Membantu Membuat Email dan Dokumen Bisnis

Dalam bisnis, komunikasi yang jelas sangat penting.

AI dapat membantu membuat draft email profesional, menyusun dokumen kerja, memperbaiki struktur tulisan, hingga membantu brainstorming ide.

Google menjelaskan bahwa Google Workspace dengan Gemini dapat digunakan untuk membantu membuat draft email, merevisi dokumen, dan mendukung pekerjaan lain yang berkaitan dengan produktivitas. 

Contohnya, tim sales dapat menggunakan AI untuk membuat draft email follow-up kepada calon klien.

Tim marketing dapat menggunakannya untuk membuat outline artikel, ide campaign, atau draft newsletter.

Sementara tim operasional dapat memanfaatkannya untuk menyusun SOP, memo internal, atau dokumen panduan kerja.

2. Membantu Meeting Lebih Terstruktur

Meeting sering kali menghasilkan banyak informasi, tetapi tidak selalu terdokumentasi dengan baik.

Dengan bantuan AI, tim dapat lebih mudah merangkum pembahasan, mencatat poin penting, dan menyusun tindak lanjut setelah meeting.

Ini membantu peserta meeting lebih fokus pada diskusi, bukan hanya mencatat.

See also  Stop Distraksi! Optimalkan Fokus Kerja Anda dengan Teknik Pomodoro

Bagi bisnis yang memiliki banyak tim, dokumentasi meeting yang rapi dapat membantu menjaga koordinasi agar keputusan dan tugas tidak mudah terlewat.

3. Membantu Riset dan Pengelolaan Informasi

Bisnis sering berhadapan dengan banyak dokumen, mulai dari laporan, materi presentasi, hasil riset, hingga data pelanggan.

AI dapat membantu merangkum informasi panjang menjadi poin-poin yang lebih mudah dipahami.

NotebookLM, yang termasuk dalam ekosistem Google Workspace dengan Gemini, dapat digunakan sebagai alat bantu untuk memahami sumber informasi dan mempercepat proses pengelolaan pengetahuan. 

Ini berguna untuk tim yang perlu membaca banyak materi sebelum mengambil keputusan.

Dengan bantuan AI, proses memahami informasi dapat menjadi lebih cepat, sementara manusia tetap berperan dalam menilai konteks dan menentukan keputusan akhir.

4. Membantu Marketing dan Brand Awareness

Bagi bisnis yang ingin membangun brand awareness, konsistensi konten menjadi hal penting.

AI dapat membantu mempercepat proses pembuatan ide konten, draft artikel, caption media sosial, email campaign, hingga materi presentasi.

Google Workspace menjelaskan bahwa AI dalam ekosistem Workspace dapat digunakan untuk mendukung pekerjaan bisnis seperti membuat materi pitch, menyusun marketing plan, menjalankan campaign, dan membuat copy untuk blog, media sosial, maupun newsletter. 

Namun, hasil dari AI tetap perlu direview oleh manusia.

Tim marketing tetap perlu memastikan bahwa pesan yang disampaikan sesuai dengan identitas brand, kebutuhan audiens, dan fakta yang akurat.

Dengan cara ini, AI tidak menggantikan kreativitas manusia, tetapi membantu mempercepat proses kerja kreatif.

5. Membantu Workflow dan Otomatisasi

Selain membantu pekerjaan berbasis teks, perkembangan AI juga mulai mengarah ke workflow yang lebih kompleks.

Google Cloud memperkenalkan Gemini Enterprise Agent Platform sebagai platform untuk membangun, mengelola, dan mengoptimalkan AI agent dalam lingkungan bisnis. Platform ini dirancang untuk membantu bisnis membangun agent yang dapat terhubung dengan data perusahaan dan workflow organisasi. 

Dalam konteks bisnis, AI agent dapat membantu pekerjaan yang lebih berulang dan terstruktur.

Misalnya, membantu mengelola proses internal, mengambil informasi dari berbagai sumber, atau mendukung pekerjaan lintas aplikasi.

Meski begitu, penerapan AI agent tetap membutuhkan pengaturan yang tepat, terutama dari sisi keamanan, akses data, dan kontrol pengguna.

Contoh Pemanfaatan AI untuk Bisnis Sehari-hari

Berikut beberapa contoh penggunaan AI untuk bisnis yang bisa diterapkan oleh entrepreneur, UMKM, maupun perusahaan:

Kebutuhan Bisnis Contoh Pemanfaatan Gemini AI
Membuat konten brand awareness Membantu membuat outline artikel, caption media sosial, dan email newsletter
Menyusun komunikasi bisnis Membantu membuat draft email penawaran, follow-up, atau komunikasi internal
Mengelola meeting Membantu mencatat poin penting rapat dan tindak lanjut
Riset pasar Membantu merangkum dokumen, insight pelanggan, atau tren industri
Membuat presentasi Membantu menyusun struktur slide dan materi pitching
Dokumentasi internal Membantu menyusun SOP, memo, panduan kerja, atau knowledge base
Otomatisasi workflow Membantu membuat proses kerja yang lebih efisien dengan dukungan AI agent
See also  Cara Mengelola Dokumen Proyek di Google Drive Secara Efisien

Dengan pemanfaatan yang tepat, AI untuk bisnis dapat membantu tim bekerja lebih cepat dan lebih fokus pada hal strategis.

AI untuk Bisnis Bukan Sekadar Tools, Tapi Cara Kerja Baru

Pemanfaatan AI untuk bisnis tidak hanya soal menggunakan tools yang sedang populer.

Lebih dari itu, AI mengubah cara bisnis mengelola waktu, informasi, komunikasi, dan kolaborasi.

Jika digunakan dengan tepat, AI dapat membantu bisnis mengurangi pekerjaan repetitif, mempercepat proses kreatif, dan meningkatkan produktivitas tim.

Namun, perusahaan tetap perlu memahami cara penggunaan AI yang aman dan sesuai kebutuhan. Mulai dari pengaturan akses, perlindungan data, hingga pelatihan pengguna menjadi bagian penting agar AI benar-benar memberi manfaat.

Di sinilah ekosistem seperti Google Workspace dengan Gemini menjadi relevan.

Karena AI tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan aplikasi kerja yang sudah digunakan banyak tim, seperti Gmail, Docs, Drive, Meet, Chat, Slides, dan Sheets.

Saatnya Memahami Gemini AI Lebih Dekat

Perjalanan Yasa Singgih menunjukkan bahwa bisnis yang mampu beradaptasi memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang.

Di era digital saat ini, kemampuan beradaptasi bukan hanya tentang hadir di media sosial atau marketplace. Bisnis juga perlu mulai memahami bagaimana AI dapat membantu pekerjaan menjadi lebih efisien, terstruktur, dan produktif.

Bagi pelaku bisnis yang sedang mengeksplorasi pemanfaatan Gemini AI, event  “Meet Your AI Doppelganger with Gemini Enterprise” dari Cherrytree dapat menjadi ruang yang tepat untuk belajar lebih dekat.

Cherrytree sendiri memposisikan layanannya pada jasa implementasi dan training Google Workspace berbasis AI di Indonesia, termasuk pendekatan AI-First Mindset dan pelatihan pemanfaatan AI untuk perusahaan atau tim. 

Sehingga adanya event “Meet Your AI Doppelganger with Gemini Enterprise” dari Cherrytree, peserta dapat memenuhi tujuan utama yaitu: 

  • Edukasi Pemimpin Bisnis: Memperkenalkan Gemini Enterprise secara langsung kepada para profesional bisnis dan pengambil keputusan (business professionals and decision makers).
  • Membangun Kesadaran: Meningkatkan pemahaman (build awareness) mengenai bagaimana implementasi enterprise AI dapat menyelesaikan masalah operasional riil.
  • Ekosistem & Kemitraan: Menjadi wadah strategis untuk menghasilkan peluang bisnis baru yang potensial (generate qualified business leads).
  • Ruang Kolaborasi: Membuka peluang jaringan bisnis (networking opportunities) yang bernilai tinggi antara peserta dengan para pakar industri.
  • Sesi Eksklusif: Memosisikan acara ini sebagai sesi diskusi premium (premium executive AI discussion session) yang dihadiri oleh para business leaders dan praktisi AI dalam suasana yang lebih intimate.

Tertarik untuk mengikuti AI-doppelenger dari CherryTree? Yuk daftar sekarang juga dan optimalkan penggunaan AI bersama CherryTree.

 

Picture of Cherrytree
Cherrytree

Cherrytree Partner Implementasi dan Training Google Workspace AI di Indonesia

Google Workspace Official Partner

Dapatkan Benefit & harga menarik untuk Pembelian Lisensi Google Worspace, dengan Menggunakan Cherrytree.